Begini Cara Membangun Brand Pariwisata yang Kuat Versi Yerry Tawalujan

- 19 Februari 2023, 11:46 WIB
Yerry Tawalujan sedang memberi Pelatihan Sadar Wisata pada 600 Relawan Sadar Wisata, beberapa waktu lalu
Yerry Tawalujan sedang memberi Pelatihan Sadar Wisata pada 600 Relawan Sadar Wisata, beberapa waktu lalu /Istimewa/

Bahkan, kata Yerry, Malaysia harus secara aktif berpartisipasi dalam pameran-pameran pariwisata tingkat dunia setiap tahun. Iklan melalui jaringan televisi global yang ditonton banyak negara juga mereka lakukan.

"Tentu dana jutaan dolar telah dikeluarkan pemerintah Malaysia untuk membiayai promosi pariwisatanya. Hasilnya sukses. Tagline Malaysia Truly Asia melekat di benak banyak orang di berbagai negara," ungkapnya menjelaskan.

Akibatnya, lanjut Yerry, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Malaysia rata-rata 25 juta orang per tahun. Bandingkan dengan Indonesia yang hanya 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara.

Yerry berpendapat, Indonesia boleh dibilang terlambat mempromosikan brand pariwisatanya, dibandingkan dengan Malaysia. Apalagi dengan brand yang berubah-ubah mengikuti pergantian penguasa.

Dalam catatan Yerry yang mengutip tulisan Burhan Bungin pada tahun 2015, terhitung sudah 14 kali Indonesia mengubah brand pariwisatanya, sedangkan Malaysia tetap mempertahankan satu brand saja.

Indonesia pernah memakai tagline seperti "The Island of Gods", "The Island Of Paradise", "The Island Of Thousand Temples", "The Morning Of The World", "The Last Paradise Of The World", "Indonesia Bali and Beyond", "Indonesia Bali plus Nine", "Indonesia the Smiling Islands", "Indonesia Emerald Of The Tropics".

"Kemudian tahun 2005-2010 memakai brand 'Indonesia Ultimate in Diversity'. Lalu akhirnya sejak tanggal 1 Januari 2011 dipakailah tagline 'Wonderful Indonesia'," terangnya.

"Untunglah sekalipun terjadi pergantian rezim tahun 2014, Menteri Pariwisata tidak latah mengganti brand Wonderful Indonesia. Justru memperkuat brand itu dengan mempergencar promosi pariwisata Indonesia ke luar negeri," sambungnya.

Yerry yang merupakan Duta Wisata Sulawesi Utara menjelaskan, brand yang kuat dibangun lewat promosi intensif dan konsisten.

"Promosi menghasilkan Awareness, kesadaran akan adanya brand itu. Awareness diharapkan menjadi Experience, pengalaman," jelasnya.

Halaman:

Editor: Sahril Kadir


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini